X

Shimano SLX Series, Si Kuda Hitam yang Tangguh

Nama SLX terbilang baru di dunia mancing, namun bagi para pecinta olahraga sepeda gunung SLX telah lebih dulu dikenal sebagai part groupset high end dari Shimano yang memiliki daya tahan serta tingkat presisi tinggi. Merupakan sebuah kejutan ketika seri premium MTB ini diadaptasikan ke gulungan pancing shimano pada tingkat entry level. Pertamakali diperkenalkan pertengahan tahun lalu, SLX mencuri perhatian baik angler tanah air maupun Internasional. Bahkan hanya beberapa hari saja langsung menjadi best seller di beberapa situs penjualan alat pancing online ternama luar negeri.

 

Brand besar yang biasanya terkesan lambat dan lama dalam eksperimen upgrade jajaran low profile-nya terkesan ngebut di seri ini. Terhitung satu tahun sejak kemunculannya, SLX telah mengalami 3 kali peningkatan. Menyasar sekmen anak muda dengan semboyan can’t stop fishing, melalui SLX Shimano benar- benar serius ingin menggebrak pasar alat pancing dunia. Biar tidak penasaran, berikut jajaran baitcasting reel Shimano SLX yang telah rilis.

1. SLX

Seri pertama yang dirilis. Memiliki bodi compact dan ergonomis sehingga nyaman di genggaman. Meskipun ramping, Shimano telah menyelipkan teknologi hagane body pada rangka utamanya. Yaitu bodi metal berbahan aluminium aloy dengan tingkat presisi dan ketahanan tinggi yang biasanya ada pada kelas high end. Hagane body dapat mengurangi goyangnya reel saat fight dengan ikan-ikan besar.

SHIMANO SLX

Sistem pengereman masih menggunakan model lama yaitu VBS ( Variable Brake System). Cukup wajar,karena ini adalah seri termurahnya SLX. Meskipun VBS terbilang sudah cukup tua, bagi beberapa angler sistem pengereman ini masih cukup mumpuni untuk melesatkan umpan dengan baik. Kekurangan dari VBS adalah tidak adanya dial atau setingan eksternal sehingga kita harus membuka bodi samping/ sideplate untuk mengatur kekuatan pengereman. Harga pasaran tanah air berkisar antara 1,2 hingga 1,3 jutaan.

2. SLX XT

Dirilis beberapa bulan setelah seri pertama muncul. SLX XT merupakan tune up dari kakaknya dengan menggati VBS menjadi SVS infinity. Sistem pengereman sentrifugal andalan shimano yang lebih baik. SVS Infinity ini memiliki setingan luar pada sideplate sehingga memudahkan angler dalam mengatur kekuatan brake. Namun dalam beberapa kasus, kita tetap harus membuka sideplate untuk mengatur pin sentrifugal internal jika eksternal dialnya dirasa masih belum cukup.

SHIMANO SLX XT

Peningkatan yang cukup penting ada pada bagian dalam, yaitu super free spool. Sistem pergerakan yang dapat mengurangi gesekan pada spool shaft dengan menambahkan bearing sebagai penopang pada pinion gear sehingga tetap presisi saat berputar. Warna hitam pada SLX diganti menjadi silver khas Shimano di SLX XT. Jika dilihat sekilas, rada-rada mirip Bantam MGL. Terkesan lebih futuristik dan keren. Harga yang dipatok pun tidak terlalu jauh dibanding SLX, bisa bikin pengguna seri pertama bimbang. SLX XT di tanah air dijual dengan harga di kisaran 1,5 hingga 1,6 jutaan.

 

3. SLX MGL

Satu – satunya reel SLX yang dibuat khusus untuk pasaran Jepang ( Japan Domestic Market/JDM). Peningkatannya pun terbilang cukup signifikan. Seri ini adalah upgrade dari SLX XT, penampilannya mirip namun terjadi sedikit pengurangan pada warna biru metallic. Perbedaan paling mencolok lainnya adalah pada spool.

SHIMANO SLX MGL

SLX MGL telah dipersenjatai dengan teknologi MGL. Yaitu Spool ringan dan kuat paten shimano yang mampu mengurangi beban inersia/putaran sehingga dapat dengan mudah melesatkan umpan-umpan dari kecil hingga yang berat lebih jauh dibanding spool biasa. Kapasitasnya pun lebih sedikit, dimana pada SLX dan SLX XT kapasitas linenya adalah 150 sedangkan SLX MGL hanya 70. Hal ini menunjukkan bahwa SLX MGL memang diperuntukkkan bagi angler yang lebih suka light game fishing. Dirilis bersamaan dengan Antares A di awal tahun membuatnya terkesan premium. Sudah menjadi rahasia umum kalau barang-barang JDM memiliki kualitas yang lebih baik karena quality controlnya sangat ketat. Sampai saat ini belum banyak beredar ditanah air, dari hasil penelusuran kami rata – rata Shimano SLX MGL dijual dengan harga 2,5 jutaan.

4. SLX DC

Sungguh sebuah kejutan dari Shimano . Diperkenalkan baru-baru ini di ajang pameran alat pancing internasional ICAST 2019, SLX DC langsung menempati posisi sebagai best freshwater reel of the year.

SHIMANO SLX DC

Tampilannya mirip dengan SLX generasi pertama, namun dengan adanya sistem pengereman digital control membuat generasi ke empat ini naik kasta . DC brake merupakan sistem pengereman berbasis digital microchip yang dapat menganalisis dan menyesuaikan putaran spool dengan kecepatan luaran senar sehingga dapat meminimalisir terjadinya backlash atau benang kusut dengan sangat signifikan.

SLX DC menggunakan i-DC 4 yang merupakan sistem pengereman digital pertama shimano dan sudah cukup berumur. Meskipun begitu, i-DC 4 tidak bisa dianggap remeh karena sampai saat ini belum ada brand lain yang memiliki sistem pengereman berbasis sama menjadikan DC brake terkesan premium di jajaran reel low profile Shimano. Tak seperti sistem pengereman konvesional lainnya, ada 4 tipe setingan pada i-DC 4 untuk memudahkan angler melakukan penyesuaian kekuatan brake. Braided untuk senar braided atau PE, mono untuk senar berbahan monoline, FC untuk senar berbahan fluorocarbon dan max untuk lemparan jauh. Sangat mudah apalagi bagi angler pemula, dan yang paling penting bunyi khas nguing-nguingnya bisa bikin iri tetangga. Belum ada kepastian kapan resmi rilis di pasaran Indonesia. Berdasarkan fakta bahwa Curado DC adalah reel DC termurah shimano di tanah air saat ini, maka kemungkinan besar SLX DC memiliki harga jual dibawahnya.

 

Berikut kami sajikan tabel perbandingan reel baitcasting SLX series.

Melihat antusiasme serta prestasinya, jajaran reel low profile generasi SLX benar – benar pantas menyandang predikat kuda hitam dari Shimano. Entah kejutan apalagi yang akan mereka buat, semoga tetap menjadi generasi yang ramah di kantong.

Udi Wijaya:
Terkait