X

Jumpa Komunitas: 100% Nyobok

Acara kopi darat 100 persen nyobok

Cerita dan kekondangan komunitas 100 % Nyobok sudah terdengar di mana-mana. Itulah komunitas para angler yang paling doyan mancing dengan teknik khas: nyobok. Dan itu pula yang menjadi salah satu magnet bagi tim spotmancing.com untuk bersilaturahmi dengan sejumlah kawan yang tergabung di dalamnya dalam sebuah acara bincang santai di Go’jack Coffee Shop, Kemlayan Solo.

Dalam sambutannya yang ramah, Alexandrie Mahendro alias Om Alex Joss, Mbak Nunu Nugraha, Iwa Khasiatno, Mas Nunu dan beberapa anggota komunitas lainnya, menjelaskan sejarah perkembangan grup ini dalam suasana yang riuh dengan canda tawa.

spotmancing.com jumpa komunitas 100% Nyobok

100% Nyobok – demikian nama komunitas ini. Keunikan namanya seiring dengan keistimewaan anggotanya yang cukup tawaduk dengan teknik memancing khas yang berpusat di Solo tersebut. Sesuai definisinya, maka nyobok berarti teknik memancing dengan cara berendam di dalam air (Lihat artikel: Teknik nyobok: asal usul,peralatan, umpan, dan plus minusnya).

Teknik nyobok, berendam setinggi dada

Teknik nyobok sendiri mulai berkembang sejak 20 tahun lalu di daerah yang dilintasi Sungai Bengawan Solo itu. Namun, komunitas yang tercatat punya 700  anggota aktif tersebut baru terbentuk pada sekitar tahun 2013. Dalam community group-nya di facebook, tak kurang 7.869 orang terdaftar sebagai member.

Hingga saat ini personel paguyuban ini telah menyebar ke provinsi lain seperti Jawa Timur, Lampung, hingga Papua. Soal kegiatan-untuk ukuran komunitas mancing, grup ini terbilang aktif. Seperti even mancing bareng, takziah pada anggota yang tertimpa musibah, temu komunitas, kegiatan amal bersama anak yatim, donor darah (lihat artikel Komunitas mancing 100% Nyobok akan gelar donor darah), hingga berbagi ikan goreng pada acara car free day yang digelar secara rutin.

Acara kopi darat
Kegiatan amal dengan anak Yatim
Acara donor darah
Kegiatan Tebar Benih

Hampir setiap kegiatan dapat sambutan yang hangat dari masyarakat. Seperti tebar benih dan acara gemar ikan misalnya, ramai dikunjungi warga. Saat ikan nila seberat 100kg digoreng dan dibagikan secara gratis pada anak paud, TK, dan SD, dalam sekejap santapan bergizi nan lezat itu pun ludes. Usut punya usut, hampir semua kegiatan, pendanaannya dihelat secara swadaya (lihat artikel: Ini nih istimewanya kampanye gemarikan 100% Nyobok).

Om Alex Joss saat dalam acara kampanye Gemarikan

Ditinjau sebagai sebuah organisasi, 100% Nyobok-pun punya punya banyak hal prinsip sebagai syarat untuk berkembang dengan baik. Beberapa di antaranya adalah dengan seringnya membuat kegiatan agar komunikasi dengan sesama anggota dapat terus terjalin.

Selain itu adalah perhatian komunitas pada anggotanya. Lewat kepedulian, kekeluargaan terbentuk secara alami dan kuat. Qyuiqyu – salah seorang member, merasakan betul manfaat bergabung dengan paguyuban ini. Baginya berasosiasi dengan grup tersebut  seperti memiliki saudara yang tak punya batas jarak dan waktu.

Suatu hari angler asal Boyolali itu mengalami musibah, dan komunitasnya tanpa diminta langsung menggalang dana dan bantuan buat menolong Qyuiqyu. “Saya pernah jam 2 malam alami kecelakaan. Teman-teman langsung datang membantu dan menggalang dana. Tengah malam lho!” tuturnya.

Demikianlah silaturahim dan sikap saling memberi telah menjadi nafas keseharian dalam perjalanan komunitas 100% Nyobok. Persaudaraan yang terbentuk-seperti penuturan Qyuiqyu, telah menyebrangi batas jarak dan waktu.

Percakapan spotmancing.com dan komunitas nyobok di cafe Gojack malam itu memang seru dan penuh gurauan. Bergelas-gelas kopi hilir mudik disuguhkan sebagai pengantar komunikasi kami yang hangat dengan komunitas yang unik ini. Namun waktu memaksa kami berpisah karena spotmancing.com harus beranjak ke kota lain malam itu juga. Sampai jumpa 100% Nyobok! Kapan-kapan ngopi bareng lagi yaaa!

Ilham Anas:
Terkait