X

Laut selatan ngamuk, 95 kapal dan puluhan rumah rusak. Hati-hati angler!!!

Sejumlah bangunan di pinggir pantai di sepanjang garis pantai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan juga kapal-kapal nelayan yang sandar di sana diterjang hantaman ombak pantai selatan yang meninggi sejak Senin 23 Mei 2016 dan diperkirakan baru mereda pada Sabtu 28 Mei 2016. Terkait hal ini, para pemancing pinggiran pantai selatan diminta waspada dan hati-hati, demikian pula dengan angler yang berencana mancing naik kapal untuk siap menghadapi segala kemungkinan.

Berdasarkan foto-foto yang dikirim Om Wahyu Samudra (Om Yudi) yang tinggal di kawasan Pantai Krakal Wonosari Gunungkidul, terlihat banyak bangunan runtuh dan kapal-kapal nelayan berserakan dan sebagian mengalami kerusakan akibat ombak yang bergulung tinggi menerjang pantai-pantai karang dan pasiran.

Berikut ini adalah foto-foto yang dikirimkan Om Yudi ke spotmancing.com sambil mengingatkan agar para pemancing untuk tidak melakukan aktivitas mincing dulu di sepanjang pantai selatan. Selain ombak besar, air laut juga sangat keruh sehingga tidak bagus untuk aktivitas mincing, khususnya mincing karangan (rock fishing).

Gelombang besar laut selatan terlihat di Karakal (Foto: wahyu Samudra)
Kapal-kapal dan bangunan berserakan dihantam gelombang laut selatan. Atas Kukup, bawah Baron. (Foto: wahyu Samudra)
Kapal-kapal di Pantai Baron Gunung Kidul berserakan dihantam gelombang laut selatan (Foto: wahyu Samudra)

95 Kapal rusak, 10 parah

Menurut informasi yang diperoleh dari Marjono selaku Koordinator SAR Linmas II Pantai Baron, Gunungkidul, Selasa (24/5/2016), akibat hantaman gelombang itu ada 95 kapal nelayan yang tertambat di pinggir Pantai Baron bergesekan dan mengalami kerusakan.

Marjono mengatakan tinggi gelombang yang menerjang pantai tersebut mencapai 14 kaki atau sekitar 4 meter. Gelombang tinggi tersebut cukup kuat sampai bibir pantai. “Gelombang membuat kapal-kapal nelayan yang berada di pinggir pantai bergesekan dan bertabrakan,” kata dia seperti dikutip kompas.com.

Akibat terdorong ombak dan saling bergesekan itu, kapal-kapal nelayan mengalami kerusakan. Total ada 95 kapal nelayan yang mengalami rusak, baik ringan maupun berat. “Ada 10 kapal nelayan yang mengalami rusak berat,” kata dia.

Gelombang tinggi diprediksi masih akan terjadi sampai beberapa hari ke depan. Marjono mengimbau agar para nelayan menambatkan kapal mereka jauh dari bibir pantai. Nelayan juga diimbau untuk tidak melaut terlebih dulu sampai gelombang kembali normal.

Peringatan ini tentunya juga berlaku untuk para pemancing. Nah, begitu ya para angler. Semoga bermanfaat.

Untuk melihat bagaimana kondisi terakhir gelombang dan arus laut silakan cek pada artikel Informasi prakiraan kondisi gelombang dan angin laut.

Om Kicau:
Terkait