X

Teknik slow trolling bikin strike tengiri bertubi-tubi di Limbangan

Hujan strike tengiri…. naga-naganya berlebihan ya kata-kata itu jika digunakan untuk mengawali cerita ini, hehe. Tetapi memang seperti itulah nasib baik yang datang pada sejumlah pemancing di spot mancing ikan tengiri di perairan Limbangan, Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Bagaimana ceritanya? Yup, inilah sekelumit cerita saya saat bersama tim spotmancing.com dan teman-teman Cirebon plus Bandung melakukan trip di perairan Limbangan.

Saya sebut sekelumit cerita, sebab saya akan bercerita poin-poinnya saja. Yang jelas, teknik slow trolling ini sukses mengantar angler Yongky Rama Bharata, Om Imam Boim dan Om Jimmy Caster (JC) mendapatkan ikan target mancing hari itu… tengiri.

Sedangkan saya sendiri, yang tetap mencoba keberuntungan dengan menerapkan teknik casting dengan umpan spun 50 gram, tetap beruntung mendapat strike 3 tengiri (caranya, pernah saya tulis di artikel Cara sukses mancing ikan tengiri, GT, tongkol dan karas dengan spun dan minow). Dua ekor landed dan seekor lainnya bablas tak terkejar karena ganco yang digunakan ABK kapal tidak bekerja sebagaimana mestinya, woi…. nangis, hehehe.

Om Sumantri, kawan angler Cirebon yang sepekan sebelumnya mancing bersama tim spotmancing.com (saya, Om Rahmat Giling, Om Basuki Syamsudin dan Om Heri Skatetrue) di lokasi sama, sempat menyayangkan kenapa saya tidak menerapkan teknik slow trolling untuk mendapat banyak ikan tengiri. Saya hanya menjawab, “Iya Pak. Tetapi sudah cukup puas dapat tarikan tengiri-tengiri pakai casting spun, hehe.”

Om Sumantri memang salah satu angler Cirebon yang sangat sering mendapat strike bertubi-tubi ikan tengiri di Limbangan dan perairan di sekitarnya. Jika kondisi air kurang bagus, misalnya tidak ada arus, maka teknik slow trolling yang beliau terapkan.

Om Sumantri (kanan) bersama penulis di Limbangan
Om Sumantri dan tengiri gede hasil strike di Limbangan
Ini juga Om Sumantri dan tengiri gede hasil strike di Limbangan

Teknik slow trolling ini juga yang dipakai Om Yongki, Om JC dan Om Imron Boim saat bersama tim spotmancing.com (saya, Om Mus Yen dan Om Heri Skatetrue) melakukan trip di Limbangan di kapal yang berbeda.

“Kami melakukan slow trolling karena melihat kondisi air yang tidak bagus Om. Tidak ada arus. Air mati,” begitu kata Om Yongky yang sudah malang melintang di berbagai spot tengiri di Laut Jawa dan laut Selatan, khususnya perairan Jawa Barat ini.

Om Yongky, Om Baim dan Om Jimmy Caster dengan tengiri Limbangan.

Apa itu teknik mancing slow trolling?

Teknik ini sebenarnya adalah teknik lama di dunia permancingan. Hanya saja, popularitasnya belum menggema seantero jagat perpancingan Indonesia.

Apa bedanya slow trolling dengan trolling pada umumnya? Nah, begini… Slow trolling dinamakan begitu karena kecepatan kapal yang menarik umpan hanya berkecepatan rendah, di bawah 4 knot bahkan rata-rata hanya 2 knot (sekitar 2,5 km/jam. Catatan: 1 knots = 1,852 km/jam).

Mengapa harus perlahan? Sebab umpan yang digunakan adalah umpan hidup yang dicantelkan pada mata kail di punggungnya kemudian ditarik di belakang kapal sebagaimana teknik trolling pada umumnya. Jika kapal melaju cepat, tentunya ikan akan terseret seperti halnya kalau kita menggunakan umpan mati untuk melakukan trolling.

Rangkaian pancing untuk konceran slow troling

Rangkaian mata pancing dan ikan untuk mancing koncer ditrolling.

Nah, dengan cara seperti itulah para pemancing di perairan Limbangan umumnya bisa mendapat hujan strike. Tetapi bagaimanapun, Limbangan memang termasuk gudang tengiri. Jika kondisi air dan cuaca bagus, maka cukup dengan cara casting spun atau ngejig dengan metal jig ukuran kecil, kita bisa sukses meraih sukses strike tengiri bertubi-tubi pula.

Limbangan juga gudang ikan jenis lain

Selain tengiri, perairan Limbangan juga menyimpan potensi besar ikan-ikan jenis lain seperti giant trevelly (GT), talang-talang, cendro, barakuda dan ikan-ikan dasaran seperti kerapu atau kakap merah.

Salah satu angler dari tim spotmancing.com, Om Mus Yen misalnya, sukses strike ikan barrakuda yang lumayan besar, kisaran 8-9 kg, menggunakan teknik trolling dengan joran yang relatif kecil, yakni Senses Blue Heaven PE 1 – 3. Hanya saja, dia tidak menggunakan teknik slow trolling melainkan trolling biasa dengan lure pabrikan.

Om Mus Yen (kanan) dan Om Heri Skatetrue dengan barakuda gede hasil mancing di Limbangan.

Nah jika Anda pengin mancing di spot tengiri Limbangan, maka Anda bisa meluncur ke Desa Limbangan yang masuk wilayah Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Di pelabuhan Desa Limbangan banyak kapal yang menyediakan jasa pengantaran memancing dengan tarif variatif mulai dari 700rb hingga 1 juta rupiah tergantung besaran kapal dan jenis perbekalan/logistik yang dipilih.

Sedangkan untuk mendapatkan umpan hidup, Anda bisa membelinya dalam perjalanan berangkat di tempat apa yang disebut penduduk lokal sebagai sero, di mana kita bisa membeli dengan harga yang relatif murah. Semua tekong kapal mancing di Limbangan sudah paham jika Anda meminta diantar dulu untuk membeli umpan hidup tersebut.

Siap-siap trip? Ayuuk…

Om Kicau:
Terkait