Spot Casting ala Ultra Light di Jogja

11143080_10207415078805457_3913839547956613645_oYohanes Septian 11870787_1175707662446351_7433718545040482014_nNrimah Bramiyus 11895151_10207420682985558_623955799224896637_oKerapu on UL Set Tackle by Yohanes Septian11889686_1175137365836714_3119949392696205203_nSet Tackle by Setiyadi Tedy 11902505_1172959206053303_8975872630483223980_nHampala by Nova Brother 11904713_1171476046201619_8200830398176409137_nLure UL made by Nova Brother

Salah satu cabang casting yang akhir-akhir ini sedang jadi primadona di akalangan caster adalah Ultra Light Casting atau biasa juga disebut Finesse Casting. Trend yang mulai merambah Asia dimulai dari Jepang, Korea,Malaysia,Singapore akhirnya sampai juga melanda negara kita ini…Indonesia. Berkembangnya dunia internet sedikit banyak mempengaruhi perkembangan dunia casting terutama Ultra Light ini. Semakin cepatnya informasi juga terintegrasinya antara angler dan dunia bisnis mancing membuat semakin cepatnya perkembangan yang ada. Bahkan tentunya pihak-pihak yang berkepentingan seperti perusahaan alat pancing punterjun langasung untuk memberikan support perkembangan cabang yang satu ini.
Ultra Light Casting atau finnese adalah casting dengan peralatan yang paling ringan diantara kelas lainnya. Menurut om Budi Wi seperti
yang tertulis di group Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring yang Ultra Light Set Up adalah
Rod – Max 6 Lb, dg panjang 6′ minimal
Reel – Kelas 500 – 1000
Line – Max 6 Lb, bisa mono atau braided/PE
Leader – 12 Lb (atau 2x kekuatan line)
Lure – Biasanya dibawah 5 gr
secara tehnis bisa menggunakan jenis spinning maupun baitcasting tentunya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Saat ini UL di Indonesia memang cenderung menggunakan jenis spinning karena untuk jenis baitcasting lebih mahal lagi anggaran yang akan dikeluarkan untuk peralatannya dan juga ketersediaan perlatan yang masih langka. Mungkin dengan tulisan ini ada produsen alat pancing yang terarik untuk mendatangkan UL jenis BC? monggo saja…hihihi
Untuk spot atau jenis ikan pun sebenarnya tidak terlalu ribet. Memang dari segi keasyikan tentunya lebih condong Salt Water seperti Mangrove Jack,Baramundi,kerapu,baby GT dan sebagainya. Namun tidak tertutup pula untuk jenis Fresh Water macam gabus,hampala,toman,kerandang,bahkan ikan lele.
Lure yang digunakan pun hampir sama dengan casting pada umumnya namun lebih spesifik pada berat dan ukuran yang cenderung mini disesuaikan dengan set tackle yang ada sperti pada tulisan pembuka tadi.
Dua orang angler Jogja yang sedang kena racun UL ini adfalah Nrimah Bramiyus dan Nova Brother. Mereka menggunakan set tackle UL untuk menghajar Hampala sekitaran kota Jogja seperti di Kali Code dan Sungai gajah Wong. Sedangkan salah seorang angler dari Solo yaitu sodara Yohanes Septian berhasil menaikan kerapu di pantai Depok Jogja dengan set tackle UL juga. Salah satu pabrikan senar di Indonesiapu turut mensupport wabah UL ini dengan mengeluarkan produk Maxis Micro Baid yang memang ukurannya lebih kecil tetapi kekuatan nya setara PE pada umumnya.
Jika anda tertarik untuk mengikuti dan mencoba Ultra Light Casting silahkan bergabung Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring. Atau jika berminat turun spot di Jogja silahkan colek om Nrimah Bramiyus atau Nova Brother melalui akun facebook. Selamat mencoba dan salam singing drag.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*