Babel Fishing Club sabet hadiah utama Rp 25 juta di Mancing De Belitong 2016

Tim Babel Fishing Club merebut hadiah utama uang tunai sebesar Rp. 25 juta pada turnamen mancing bertajuk Mancing De Belitong 2016. Dalam acara yang digelar 15-16 Oktober 2016 tersebut, skuad asal Kapupaten Belitung itu berhasil menggaet ikan seberat 9, 55 kg dan mengalahkan tim lainnya. Pesaing terberat saat itu adalah tim Goltens Indonesia FC asal Jakarta- yang menempati juara 2,  dan skuad Duraking asal Bandung yang menempati posisi 3. Untuk posisi juara 2 dan 3, panitia menghadiahinya dengan uang tunai sebesar 20 juta rupiah dan 17,5 juta rupiah.

Dua hari sebelumnya – yakni tanggal 15-16 Oktober 2016, ketiga tim pemenang ini mengadu peruntungan dengan 37  tim lainnya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Berlokasi di Perairan Desa Penyabong, Kecamatan Padang Kandis, Kabupaten Belitung, mereka berlomba mengadu peruntungan dalam gelaran yang merupakan rangkaian dari  program Festival Bahari Belitong 2016 itu. Para peserta memperebutkan hadiah total yang cukup fantastis, sebesar 118 juta rupiah.

Anjas Asmara, salah seorang juri menuturkan bahwa dalam turnamen ini terdapat 4 kategori lomba. “ Kategori pertama memperebutkan posisi ikan terberat, dari 9 spesies ikan predator seperti GT, tenggiri, amber jack dan lainnya. Kategori kedua jackpot ikan terberat jenis GT dan tenggiri, kategori ketiga yaitu jackpot billfish, dan terakhir  memperebutkan posisi kapten terbaik,” kata Anjas, juri yang tergabung dalam Indonesia Fishing Tackle tersebut.

Anjas Asmara, juri Mancing de Belitong 2016
Anjas Asmara, juri Mancing de Belitong 2016

 

Suasana tecknikal meeting Mancing de Belitong 2016
Suasana tecknikal meeting Mancing de Belitong 2016

 

Pantai Penyabong
Pantai Penyabong

 

Suasana pemberangkatan peserta
Suasana pemberangkatan peserta

 

Angler ber-wefie ria
Angler ber-wefie ria

 

Peserta berangkat lomba (foto MC.microtic)
Peserta berangkat lomba (foto: Mc.microtic)

 

Saat lomba sport fishing (foto:MCmicrotic)
Saat lomba sport fishing (foto: Mc.microtic)

Hari pertama lomba, dimulai pada pukul 5 pagi, dan berakhir jam 4 sore. Pada hari pertama ini, setiap tim menyerahkan ikan hasil strike, untuk ditimbang dengan ketentuan diatas 3 Kg. Lalu dilanjutkan pada hari kedua, dengan berangkat pada pukul 5 pagi dan kembali pukul 2 siang. Sama dengan hari pertama, ikan hasil tangkapan pun kembali ditimbang untuk diakumulasikan beratnya dengan perolehan hari pertama. Pada hari kedua, panitia juga langsung mengumumkan para juara dan menutup acara bersklala nasional tersebut.

 

Pengumuman pemenang (foto: Mc.microtic)
Pengumuman pemenang (foto: Mc.microtic)

 

Juara ! Mancing de Belitong, Babel Fishing Club (foto: Mc.microtic))
Juara 1 Mancing de Belitong, Babel Fishing Club (foto: Mc.microtic))

Sementara untuk 2 kategori lomba jackpot GT, tenggiri, dan bill fish, ditiadakan karena tak satupun tim yang berhasil strike sesuai syarat ketentuan berat minimal. Saat ditanya perihal kurangnya tangkapan target ikan berukuran besar, Anjas memperkirakan bahwa perairan Penyabong yang punya kedalaman 20-30 meter tersebut, memiliki karakter yang unik dengan karang- karang tajam. “Jadi banyak kasus leader putus saat hook up ikan ukuran besar,” kata pria yang juga akrab disapa Om Black tersebut.

Sependapat dengan Om Black, Wendy Khan yang masuk dalam skuad Mancing Mania Manggar (3M), menuturkan hal yang sama. “Jadi kita strike, hanya saja dengan ukuran ikan table size,” ucap Wendy lewat saluran internet. Sementara Basuki syamsudin – pemancing yang tergabung dalam tim hubagler.com menduga bahwa faktor bulan purnama penuh, juga berpengaruh untuk aktifitas ikan.

Wendy Khan (tengah) bersama skuad Mancing Mania Manggar
Wendy Khan (tengah) bersama skuad Mancing Mania Manggar

 

Strike
Tim Mancing Mania Manggar saat strike

 

Basuki Syamsudin (kedua dari kiri), bersama tim hubangler.com
Basuki Syamsudin (kedua dari kiri), bersama tim hubangler.com

Perhelatan turnamen sport fishing ini adalah yang pertamakali diadakan di Belitung. Sambutan luar biasa diterima penyelenggara, dari peminat lomba maupun warga. Antusiasme ini rupanya sangat mendukung acara, hingga turnamen berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Kami membuka pendaftaran selama 1 bulan, tapi baru 2 hari dibuka langsung full book,” ucap Firdaus Zamri – ketua panitia penyelenggara.

“Ini pertama kali diadakan, pastinya masih banyak kekurangan dalam banyak hal. Karena itu mewakili panitia, saya menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang membuat tidak berkenan,” tutur Firdaus saat dihubungi lewat telefon. Menurut pria yang juga bekerja sebagai Kepala Divisi Budi Daya Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung tersebut, gelaran ini akan dihelat secara rutin setiap tahun.

Firdaus Zamri, ketua panitia penyelenggara
Firdaus Zamri, ketua panitia penyelenggara

Yah, sebagai angler kita patut bersenang hati, pasalnya acara tingkat nasional yang hadiahnya cukup besar ini akan dihelat secara rutin setiap tahun. Tentunya, di spot-spot mancing ajib di Belitung yang punya potensi strike yang lebih besar. Tentunya dengan pemandangannya yang indah dan warganya yang sangat ramah. Asyiiiiik!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*